Sindrom Patah Hati Gejalanya Mirip Serangan Jantung

Vera Farah Bararah – detikHealth
Senin, 14/02/2011 17:06 WIB
Sindrom Patah Hati Gejalanya Mirip Serangan Jantung
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sindrom patah hati (broken heart syndrome) umumnya lebih sering menyerang perempuan, yaitu suatu kondisi yang mana otot jantung untuk sementara melemah dan pembuluh darah tidak dapat merespons secara normal.

Sindrom ini awalnya dikenal sebagai takotsubo cardiomyopathy, tapi saat ini ada beberapa istilah yang menunjukkan kondisi ini seperti stress cardiomyipathy atau sindrom balon apikal (apical ballooning syndrome).

Sindrom patah hati biasanya terjadi setelah seseorang terutama kaum perempuan mengalami peristiwa yang menegangkan atau menyedihkan, seperti kehilangan pasangan, diagnosis medis yang menakutkan, kehilangan banyak uang atau faktor psikologis misalnya stres. Namun penyebab pastinya sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Gejala yang muncul biasanya mirip dengan serangan jantung seperti nyeri dada, sesak napas, detak jantung cepat dan lemah. Tapi tidak ada penyumbatan di pembuluh darah jantung dan tidak mengalami kerusakan yang permanen, karenanya pasien akan sembuh dalam waktu beberapa minggu. Kondisi inilah yang membedakannya dengan serangan jantung.

Umumnya tidak ada pedoman dalam menangani sindrom patah hati. Perawatan yang diberikan mirip dengan serangan jantung sampai dokter mendapatkan diagnosis yang tepat. Sebagian besar pasien akan tetap di rumah sakit sampai sembuh.

Untuk memahami sindrom ini, para peneliti melakukan studi yang melibatkan 12 perempuan dengan sindrom patah hati dalam 6 bulan terakhir, 12 perempuan yang tidak pernah mengalami sindrom dan 4 perempuan yang pernah mengalami serangan jantung klasik.

“Diketahui perempuan yang mengalami sindrom patah hati memiliki pembuluh darah yang tidak bekerja secara optimal akibat respons dari hormon stres yang diterimanya,” Dr Amir Lerman, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester, seperti dilansir LiveScience, Senin (14/2/2011).

Dr Lerman menuturkan pembuluh darah seharusnya melebar untuk memungkinkan lebih banyak darah yang mengalir ke jantung. Tapi pada saat seseorang mengalami hal yang menegangkan, mengejutkan atau stres maka pembuluh darah menjadi terbatas sehingga mengurangi pasokan darah ke jantung.

Para peneliti mengungkapkan respons pembuluh darah yang abnormal terhadap stres bisa berkontribusi memicu sindrom patah hati. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan secara online pada 23 November 2010 dalam Journal of the American College of Cardiology.

Hingga saat ini belum ada terapi yang bisa mencegah terjadinya sindrom patah hati, tapi satu hal yang penting adalah seseorang harus bisa mengelola stres dalam hidupnya dengan baik untuk mengurangi potensi hormon stres merusak jantung.
(ver/ir)

sumber : detik.com

Waspada, Sakitnya Patah Hati Bisa Berujung Fatal

Firdaus Anwar – detikHealth
Sabtu, 12/09/2015 10:57 WIB
Waspada, Sakitnya Patah Hati Bisa Berujung Fatal
Foto: thinkstock
Jakarta, Siapa sangka ternyata patah hati sebetulnya adalah ‘penyakit’ yang diakui oleh ahli. Tak main-main, kondisi ini bahkan bisa sampai membunuh.

Tingkat kematian orang yang alami sindrom patah hati atau takotsubo cardiomyopathy setara dengan orang yang memiliki sindrom serangan jantung akut.

Patah hati bisa membuat kontraksi jantung jadi abnormal dan menurut penelitian yang dipublikasi di New England Journal of Medicine, pemicunya adalah rasa stres dan depresi berat. Orang yang mengalami keluhan ini berisiko 9,9 persen alami serangan jantung dan peningkatan 5,5 persen terhadap risiko kematian.

Baca juga: Sindrom Patah Hati Gejalanya Mirip Serangan Jantung

Studi terhadap 1.750 pasien yang terdaftar di International Takotsubo Registry menemukan sindrom wanita lebih rentan 9 kali lipat alami sindrom. Gejala yang muncul seringnya mirip dengan penyakit jantung koroner seperti nyeri dan sesak di bagian dada.

“Kondisi ini umumnya masih gangguan yang sering terjadi pada wanita pasca menopause dengan stres emosional. Tapi kami juga mengidentifikasi pasien pria muda juga mengalaminya. Stres fisik dan penyakit neurologis adalah pemicu utama,” ujar salah seorang peneliti Jelena Ghadri, MD, dari University Hospital Zurich kepada MedPageToday dan dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (12/9/2015).

Kondisi ini pertama kali dikenali di Jepang pada tahun 1990. Banyak orang menganggap patah hati adalah sesuatu yang biasa namun data menunjukkan ternyata ia bisa meningkatkan risiko kematian.

“Kondisi dianggap sebagai sesuatu yang jinak, namun sebetulnya ini adalah penyakit yang bisa membahayakan nyawa. Ini adalah sindrom gagal jantung akut yang berhubungan dengan angka kesakitan dan kematian yang substansial,” pungkas Ghadri.

(fds/vit)

sumber : detik.com
Sekali-kali share berita yang bermanfaat ya gaes 😀

Kadang-Kadang Kita Enggan, Tapi Suka Teringat

Selalu suka tulisan mas Nauval tentang cinta yang sedih

LINIMASA

Berhubung badan masih sedikit lelah dari rangkaian kerja pekan ini, maka saya mengajak Anda mendengarkan cerita beberapa teman saya lagi kali ini. Sedikit berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, rangkaian cerita yang Anda baca hari ini agak susah dirangkai. Maklum, temanya sensitif. Tidak seperti yang sudah-sudah. Mengajak mereka mengingat-ingat lagi pun perlu waktu agak lama dari biasanya. Yang penting, sudah tertuliskan.

(QB, 30 tahun, pekerja swasta di bidang finansial)

“Masih inget gak, apa yang kamu lakukan waktu putus?”

“Hmmm. Yang mana nih?”

“Terserah.”

“Yang terakhir kali ya. Well, kalau diingat-ingat sekarang sih, lucu juga kejadiannya. Cenderung malu-maluin. Tapi waktu ngelakuin sih, gak kepikiran malu sama sekali.”

“Emang ngapain?”

“Marah. Marah banget. Diputusin lewat telpon. Dia lagi di luar kota. Di luar pulau, malah. Gak pake mikir lagi, gue langsung ke bandara, cari flight paling cepet, nyusulin dia. Begitu sampai, cari mobil sewa, langsung cari dia.”

“Wow. Heboh banget. Ketemu?”

“Karena gue…

View original post 973 more words

Ngga apa-apa

Ngga apa-apa, kata bulek Hana. Bang Jep juga pernah bilang, ngga apa-apa sedih, itu berarti kau berperasaan.
Ya memang aku berperasaan, sekali.
Naik turunnya hidup itu berarti aku masih hidup, belum mati, selama masih hidup, berarti semua akan terus berjalan, senang, sedih, tidak ada yang kekal.
Abang Kim Shin pun pernah bilang, bahkan kesedihan yang hebatpun tidak bisa bertahan sampai 1000 tahun. You see that? I’ll be happy again, soon.
Kalau Chawrelia bilang “Taylor Swift putus dari Calvin Harris 2 minggu langsung dapet Tom Hiddleston, elu, putus dari tali rapia bekas gantung kerupuk 17an aja susah amat move on!”
Ampun maaak, ampun!

Cinta bukan untuk pengecut

Mengutip kalimat Gandrasta di kolom linimasa.com.

Dan ya, cinta memang bukan untuk pengecut, yang bahkan untuk bicarapun tidak berani. Cinta sebesar ini tidak pantas dialamatkan kepada seorang pengecut, yang terlalu takut untuk menjadi sendiri.
Kenapa kalau sendiri? Takut apa? Toh kita lahir sendiri, matipun juga nanti sendiri.

Cinta itu berani. Berani menjatuhkan hati sekalipun belum tentu ditangkap. Berani ungkapkan. Berani mengambil keputusan. Berani berjuang, dan berani kehilangan.

Bukan, ini bukan gegabah. Ini cinta.

Patah Hati

Ust. Hanan pernah mengingatkan, bahwa hati itu adalah wadah yang kosong. Ketika diisi dengan hal-hal yang bukan karena Allah, maka keluarlah hal-hal yang karena Allah. Kalau diisi dengan cinta yang bukan karena Allah, maka keluarlah dari hati tersebut cinta karena Allah.

Patah hati itu manusiawi, kecewa itu biasa. Tapi larut dalam waktu yang lama, hanya akan mendatangkan celaka.

Ingat, “Rejection doesn’t hurt. Expectation does.”

Maka berhati-hatilah kepada siapa kamu berekspektasi.

Dan yang paling enak itu ya percaya dan cinta sama Allah. Kalau dilihat-lihat, temen-temen yang benar-benar menyerahkan hidupnya sama Allah tuh hidupnya tenang terus.

Karena percaya sama Allah.

Karena ketika mereka menginginkan sesuatu, mereka mintanya ke Allah, ketika diberi oleh Allah, syukurnya tak terkira, dan ketika ternyata Allah berkehendak lain, syukurnya berlipat ganda. Karena yakin Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk hambaNya.

Dan ketika mereka kehilangan sesuatu, mereka yakin Allah punya rencana lain yang tidak akan mengecewakan mereka.

 

source : Tumblr Bulek Hana